Selasa, 03 Maret 2009

Anak Loper Koran

Dua hari yang lalu sekitar pukul 23.00 wib, aku melihat pemandangan yang sangat menyedihkan..

Ketika itu aku keluar dari kantor, dengan keadaan lapar.
Bersama temanku, aku keluar unruk mencari makanan.
Pas di depan kantor ku emank ada warung lamongan.
Tujuan kami pun langsung tertuju pada tempat itu.
Ketika aku melangkah kan kaki ku untuk menyebrang jalan, mata ku tak sengaja menatap kearah kiri ku. Tepatnya, tempat itu adalah tangga Untuk naik Ke lantai 2 kantor ku.
Di sana aku melihat sesosok gadis kecil sedang tertidur dengan pulas nya.
Tanpa di alasi koran atau alas yang lainnya. Anak itu adalah seorang loper koran yang setiap pagi menjual koran untuk mendapatkan sesuap nasi.
Uhhh, ternyata begini lah kehidupan mereka.
Pagi-pagi harus bangun untuk menjual koran di tepi-tepi jalan, lampu merah dan lain-lain.
Sedangkan pada malam hari mereka tidur di tempat terbuka, tanpa alas, apalagi selimut dan bantal.
Untuk itu, kita mesti harus bersyukur dengan apa yang telah di berikan Sang pecipta kepada kita. Walaupun, kita terkadang-kadang selalu mengeluh.
Jalani lah hidup dengan sikap ikhlas, apa ada nya.
Karena hidup adalah kenyataan yang harus di jalani.

0 komentar:

Poskan Komentar